Featured Post

Film Terbaik Sepanjang Masa

10 FILM TERBAIK DI DALAM SEJARAH 1. Citizan Kane (1941). Film terbaik no. 1 sepanjang masa versi “AFI 100” (American Film Institute...

Friday, August 22, 2014

penderita hydrochepalus



Rahmat Penderita Hydrocephalus
19 Tahun Terbaring Di Atas Ranjang

Tanah Datar, Memiliki seorang buah hati adalah cita-cita pasangan suami istri, memperhatikan perkembangan buah hati yang sehat adalah kebahgiaan yang dimiliki oleh orang tua, namun tidak semua orang tua bisa bahagia melihat perkembangan si buah hati. Pada sebagian orang tua Tuhan memberikan ujian dengan sebuah perkembangan buah hati yang tidak tumbuh normal dan sehat seperti anak lain pada umumnya.

Di sebuah rumah sederhana milik pasangan suami istri Nurhayati (50) dan Sawir (55) yang berada di jorong Koto Baru kenagarian Tabek Patah kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar terlahir seorang anak malang yang menderita hydrocephalus, namanya Rahmat (19). hydrocephalus merupakan penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran cairan yang terjadi dalam otak (cairan cerebro spinal). Rahmat merupakan anak ke empat dari lima bersaudara pasangan Nurhayati dan Sawir. Rahmat lahir pada tanggal  11 april 1995 dan sekarang telah berumur 19 tahun.
Sungguh malang nasib Rahmat, disaat teman-teman seumurannya menikmati masa-masa remaja yang indah namun masa itu tidak dapat dinikmati oleh Rahmat, dia hanya bisa terbaring lemah di ranjang selama 19 tahun. Dia tidak bisa melakukan aktivitas sendiri, semua aktivitas untuk keperluan pribadinya  harus mendapat bantuan dari orang lain. Secara fisik rahmat mengalami pembesaran kepalanya karena cairan yang terus menumpuk di kepalanya. Tubuh, tangan dan kakinya terlihat kurus dan kondisinya tidak lagi lurus seperti orang normal, tidak ada lagi tampak daging mengisi tubuhnya, namun seperti tulang yang hanya dibalut oleh kulit.
Setiap pagi Nurhayati dengan sabar dan tabah memandikan Rahmat, setelah itu dia mengenakan pakaian pada anaknya dengan penuh harapan dan do’a untuk kesembuhan anaknya. Tak lama kemudian ia membuat bubur untuk Rahmat yang nantinya akan di suapi kepada anak kesayangannya tersebut. Setiap saat Nurhayati selalu memeriksa popok yang dipakai oleh anaknya apakah popok yang di pakai tersebut telah kotor atau tidak, apabila popok tersebut harus di tukar dengan sigapnya Nurhayati membersihkan kotoran anaknya tersebut dan memakaikan popok yang baru. Sepajang siang dan malam Nurhayati selalu memperhatikan kondisi anaknya yang tidak stabil, menurut pengakuan Nurhayati Rahmat sering step, dalam satu hari bisa 3-5 kali.
Pada awalnya Rahmat terlahir secara normal dan tumbuh sehat namun pada umur 3 bulan Rahmat mengalami step, lalu Nurhayati mencoba mengobati Rahmat, awalnya dengan mencoba pengobatan alternatife di kampugnya tersebut, tak kunjung sehat keluarga dan kerabat  menyarankan untuk membawa Rahmat ke rumah sakit, setelah dibawa ke rumah sakit lalu pihak rumah sakit melakukan perawatan terhadap Rahmat, namun setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit kondisi Rahmat tak juga kunjung membaik malah  semakin memburuk, melihat kondisi tersebut pihak keluarga memutuskan untuk membawa pulang Rahmat karena tidak tega melihat kondisi Rahmat semakin memburuk, setelah keluar dari rumah sakit keluarga kembali mencoba dengan pengobatan alternatife, setelah itu kondisi Rahmat mulai membaik, namun pada umur 1,5 tahun Rahmat kembali mengalami step dan kondisi Rahmat kembali memburuk, dan kepalanya terus memebersar dan terdapat cairan dikepalanya, semakin hari semakin membesar namun Nurhayati hanya mencoba pengobatan alternatife, pada umur 2 tahun baru Nurhayati membawa rahmat ke rumah sakit dan melakukan operasi. Setelah melakukan operasi Rahmat hanya melakukan rawat jalan.
Perjuangan menjalani kehidupaan dengan penuh cobaan yang dilakukan Nurhayati patut di teladani walaupun cobaan itu terasa berat namun Nurhayati tidak pernah mengeluh dan putus asa, Nurhayati terus memeperjuangkan kehidupan dan kesehatan Rahmat, telah berbagai upaya telah dilakukan Nurhayati baik pengobatan secara alternative maupun medis.
Sebagai keluarga petani penghasilan Nurhayati tidak lah seberapa, dengan kebutuhan dan perawatan Rahmat yang lumayan besar perjuangan Nurhayati untuk kesembuhan Rahmat terasa lebih berat, setiap harinya dia harus menyisihkan penghasilannya untuk membeli kebutuhan Rahmat seperti popok yang digunakan Rahmat, susu, dan bubur untuk makan sehari-hari Rahmat. Untuk perawatan Rahmat sekali dalam 2 bulan Nurhayati membawa Rahmat ke klinik dokter Spesialis di Padang untuk mengontrol kondisi Rahmat, karena terdapat selang di kepala Rahmat yang dihubungkan kelambungnya untuk mengurangi cairan di kepalanya. Untuk sekali kontrol Nurhayati mengeluarkan dana 600.000-1.000.000 rupiah untuk sekali kontrol ke Padang, apabila ketiadaan biaya Nurhayati terpaksa mengurungkan niatnya untuk melakukan control walaupun telah waktunya.
Rahmat merupakan salah satu anak yang penderita Hydrochepalus yang dapat bertahan hidup, walaupun keadaan Rahmat tidak juga membaik namun keluarga Rahmat masih tetap berjuang untuk kehidupan Rahmat, mereka tidak pernah putus asa waalaupun cobaan itu tak pernah henti datang kepada mereka, sikap terus berjuang dan tidak pernah putus asa merupakan faktor utama yang bisa membuat rahmat tetap bertahan hidup, di samping itu pertolongan dan bantuan kita bersama merupakan benuk kepedulian kita, karna kesembuahan Rahmat merupakan tanggung jawab kita bersama.

Liputan : ROMA ALIYAFI
Lokasi : jorong Koto Baru, nagari Tabek Patah kecamatan Salimpaung, kabupaten tanah Datar
mahasiswa LAM&PK FH UNAND

No comments:

Post a Comment